Tampilkan postingan dengan label Otomotif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Otomotif. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 Juli 2012

Blok Bore-up Yamaha Mio, Diaplikasi Buat Mio Injeksi

Lagi Utak atik bore up yamaha matic eh nemu paket blok bore-up untuk Yamaha Mio karbu. Kata pedagangnya, blok ini lumayan laris dibeli para remaja yang pingin motornya lari lebih gesit dan kencang. Hemmm…. untuk aplikasi di Mio J yang sudah injeksi bisa gak ya…??? Perlu setting ECM gak ya….???
Sayangnya, si pedagang enggak bisa kasih jaminan bisa diaplikasi ke Mio J. Sebenarnya sih bisa dipasang karena spek Mio lama dan Mio J sebenarnya sama. Permasalahannya saat setting suplai bahan bakar. Karena setelah aplikasi blok ini, harus setting spuyer karbu dan knalpot. Lah, kalo sudah injeksi gimana…???
Blok mesin merk Kawahara ini  punya diameter piston 61 mm. Itu berarti kapasitas mesin bakal naik menjadi 170cc dengan sedikit coak crancase.
Tapi kalo nggak mau coak crancase bisa pake blok Kawahara lama berdiameter 57 yang bikin perut Mio jadi nyaris 150cc. Kedua blok ini biasanya dijual dengan harga Rp 750 ribuan dan Rp 650 ribuan.
Okayyy… jika ada yang pernah bore-up Mio injeksi, monggo di share brooo….!!!

Selasa, 10 Juli 2012

Perbedaa Karburator Keihin PE 28 KW Dengan Imitasi

Karburator Keihin PE 28 termasuk karbu yang digandrungi para kaum racing. Karbu ini eksis dari mulai balap karapan motor hingga road race. Tapi, karena begitu laku, banyak sekali versi KW-nya. Harganya juga sampai dijual dibawah 300 rebu.


Banyak mekanik yang bilang, bisa menggunakan karburator palsu atau KW. Asalkan karburator kit atau repair kit pakai yang asli. Jadinya, performa mesin lebih terdongkrak dan mudah diseting.

Nah, kebetulan TDR mengeluarkan repair kit. Terdiri dari nosel, pilot-jet, main- jet, sil mangkuk karbu, jarum skep dan jarum pelampung. Coba dipasang ke dalam karburator PE 28 imitasi atau KW.

Gimana hasilnya ya? Bengkel Zam akan melakukan pengetesan dilakukan di Satria FU150 2005 yang masih standar. Hanya disesuaikan pilot-jet dan main-jetnya saja. Pengujian dilakukan Dynotest

Pengujian pertama dilakukan mengunakan karburator PE 28 KW dan kit KW bawaannya. Dilakukan penyesuaian pilot dan main-jet. Pilot pakai 40, main-jet 120. Angka ini, tergolong cocok buat Satria FU standar. Dari pengujian dynotes terlihat hasilnya power maksimal mencapai 14,94 hp (horse power) dengan torsi maksimal mencapai 8,30 ft-lbs.

Setelah diketahui power dan torsinya dari karbu PE imitasi, lalu motor diturunkan dari mesin dynojet, kemudian karbu dibongkar. Kini, kit karbu tadi diganti dengan kit karbu dari TDR.

Sama sebelum didinotes disesuaikan dulu ukuran pilot-jet dan main -jet. Ketemu ukurannya yang pas yaitu main-jet 120 dan pilot-jet dengan ukuran 42.

Lalu motor dinaikkan kembali ke mesin dyno lalu dites lagi. Dari hasil grafik, terlihat terjadi kenaikan. Walaupun pada putaran bawah grafiknya masih naik-turun, tetapi  di gasingan 5.000 rpm terlihat grafik terus mengalami kenaikan dibandingkan dengan kit bawaan PE KW.

Power maksimal yang didapat 15,16 hp pada putaran mesin di angka 10.100 rpm. Torsi maksimal, 8,43 ft-lbs pada teriakan mesin di angka 8.577 rpm.

Selain power, tentunya penggantian kit juga pengaruh pada konsumsi bahan bakar di ruang bakar dong. Maka itu, enggak ada salahnya melihat yang terjadi di grafik AFR. Mulai dari PE 28 KW dengan kit standar dulu. AFR yang dihasilkan, cenderung sedikit lebih basah atau kaya ketimbang Keihin dengan kit TDR.

 Yang lokal jarum skepnya gampang tergores
Tapi, di gasingan rpm 7.000, keduanya memiliki AFR yang tidak jauh beda. Artinya, komposi si udara yang dihasilkan tetap sama meski ada penggantian kit.Tapi, mulai di 10.000 rpm, karbu yang aplikasi kit TDR mulai menunjukan kalau AFR-nya sedikit lebih kering ketimbang standar.

Jadi, jika terlanjut sudah beli PE 28 KW, tak usah repot. Toh, bisa pakai karbu kit TDR ini deh. Gitu bray!

Mirip Tapi tak Sama
Keberadaan karbu Keihin yang 'lokal' dengan karbu asli memang kadang membuat brother bingung. Karena jika dilihat dengan mata telanjang, bentuknya memang terlihat sama. Tidak terlihat perbedaan yang signifikan.

Tapi, jika dilihat dengan seksama, ada perbedaan. Yaitu dari jumlah ulir per skep. Jika yang lokal jumlah ulir per skepnya 15, sedangkan yang aslinya berjumlah 14.

Satu lagi yang bikin rugi setelah beli karbu imitasi, meski murah namun skepnya cenderung gampang tergores. Baru dites saja, skep sudah baret dalam. Bagimana kalau dipakai lama?

Tabel Power (HP)
RPM        Karbu KW + Kit KW  Karbu KW + Kit TDR
5.000                6,91                             7,15
5.500                7,81                             7,99
6.000                8,60                             8,91
6.500                9,72                           10,15
7.000                10,83                         10,82
7.500                11,64                         11,88
8.000                12,35                         12,65
8.500                13,99                         14,51
9.000                14,04                         14,29
9.500                14,66                         14,97
10.000              14,94                         15,16


Tabel Torsi
RPM          Karbu KW & Kit KW    Karbu KW + Kit TDR
5.000                7,25                              7,50
5.500                7,46                              7,63
6.000                7,53                              7,80
6.500                7,86                              8,20
7.000                8,13                              8,12
7.500                8,15                              8,32
8.000                8,11                              8,31
8.500                8,30                              8,43
9.000                8,19                              8,34
9.500                8,10                              8,22
10.000              7,69                              7,80

Senin, 09 Juli 2012

Cara Setting Noken As



Dialing Camshaft
Banyak orang berpikir noken as adalah jantung dari sebuah mesin. Well… tidak salah memang mengingat noken AS adalah komponen pengatur katub-katub di dalam mesin untuk melakukan yoga.
Sedap memang, kalau porting intake dan exhaust mampu mengalirkan kabut udara serta gas sisa pembakaran dengan baik, mantap memang jika karburator mampu mengabutkan udara/bahan-bakar dengan jos serta exhaust system mampu melepaskan CO dengan losss…
Noken as akan bekerja sakti bila membuka pada waktunya serta bekerja menurut durasi tertentu dan berakhir on time. Oleh karenanya tidak akan berguna kita membuat noken as ekstreme untuk motor standard, juga kurang pas jika noken as dibuat agar mesin bertenaga di rpm tinggi namun dipakai untuk motocross. Terlebih penting lagi adalah pemasangan cam serta dialing sebuah noken as sehingga mereka mau membuka – menutup sesuai kehendak kita, setelan klep berapa yang pas, berapa Lobe Separation Angle yang diinginkan, berapa derajat overlapping yang dimau, dimana posisi Lobe Center diposisikan, serta maximum valve lift di mesin bukan hanya lobe lift.
Kemampuan kita mengolah data inilah yang akan menjadi sistem informasi kita dalam menentukan riset mesin balap, dimana efek jika setelan dirubah, di RPM berapa dia bekerja bagus, pada RPM mana dia lemah, saat-saat kita bercanda ria dengan mesin kemudian pembalap mencoba motor pada track untuk memberikan feedback bagi engineer akan menjadikan kita sebuah pemerintahan yang baik lho…?! Lha kan iya, bukankah kita hidup di negara Rebalap, dari pembalap oleh pembalap dan untuk pembalap… Huahahhahaha mulai ngaco..!!! Dang!
Setidaknya apa yang ingin saya bagikan di sini adalah perhitungan sederhana, bagaimana mengetahui durasi camshaft, pada bahasa internasional tentang camshaft durasi diukur saat bukaan klep atau angka dial gauge menunjuk pada 0.050 inch alias 1,27mm . Lha emangnya kita living in the jet plane.. eh emangnya kita hidup di Eropa, Amerika, Australia? Ya gak masalah ding, siapa tahu kita bisa konsultasi dengan mekanik asal Swedia seperti om saya itu huahahauahuahauahua ngaco lagi…
Well.. let us make our own standard, biasanya ngomongin durasi ya pada angkatan 1mm, jadi saat kamu diliput tabloid, dan bicara durasi motor kamu bilang Cuma 260 derajat bos… itu diukur pada angkatan 1mm, jadi kan orang pada gak tahu durasi sebenernya saat klep mulai membuka 0,15mm dan hampir menutup 0,15mm, misalnya… hehhehehe senengane kok main rahasia. Biasa… kalau sudah terkenal jangan lupa sombong. Hakhakahkahak… But it’s not me. Secara saya belum terkenal.
Supaya lebih gampang kita akan berbagi contoh menghitung durasi noken as Yamaha Vega r
Intake membuka 27 derajat sebelum TMA, menutup 53 derajat setelah TMB
Exhaust membuka 55 sebelum TMB, menutup 29 derajat setelah TMA
Mari kita hitung durasi, LC, LSA
durasi In = 27 + 180 + 53 = 260 derajat
durasi Ex = 55 + 180 + 29 = 264 derajat
Lobe center In = 260 / 2 – 27 = 103 derajat
Lobe center Ex = 264 / 2 – 29 = 103 derajat
LSA = 103 derajat
Dari LSA kalian akan tahu karakter sebuah camshaft, dari posisi LC kalian akan bisa menentukan maximum lift apakah sudah tepat atau tidak, dari durasi kalian akan tahu pada RPM berapa dia akan bekerja baik.
salam gas polllllll.

Selasa, 03 Juli 2012

Modifikasi Harian Motor Yamaha Mio


Bore Up Mio
Mesin dibongkar, kerja utama adalah memperbaiki torsi mesin. Karena motor matic bekerja utamanya memanfaatkan daya sentrifugal , maka untuk menciptakan lontaran yang kuat pada kruk as, perlu disokong oleh piston besar dan kompresi padat. Tidak tanggung-tanggung, piston motor honda CS-1 langsung ditancapkan di dalam silinder blok Mio. Kapasitas sekarang melonjak drastis jadi diatas 150 centimeter cubic. Dengan kontur piston agak jenong dijamin mampu melesakkan bahan bakar berdentum di ruang bakar. Ditambah lagi papasan pada pantat blok sebanyak 1.5 mm. Ngeri…
Head racing yamaha mio
Pasokan udara/bahan-bakar perlu ditambah untuk mensuplai kapasitas baru di dalam silinder, oleh karenanya lubang pemasukan- dan pembuangan di head cylinder tak luput oleh pisau tuner untuk modifikasi engine milik zam indoprix. Dihitung melalui RPM yang dimau, dikalikan panjang langkah, dibagi konstanta, dikalikan kuadran diameter porting berbanding diameter piston maka ditemukan puncak tenaga yang pas di 7.500 RPM. Torsi puncak di kisaran 5.000 RPM. Tapi oleh pir cvt pada putaran 1.500 RPM tenaga mesin sudah dibuka sepenuhnya.
Noken as
Sekarang menata ulang noken as, perangkat pengatur buka-tutup katub ini kena modifikasi di bagian pantat noken as digrinding antara durasi 0.15mm sebanyak 1.72mm inlet dan 1.55mm outlet. Profil noken as yang lebih tinggi pada bubungan masuk memang disengaja untuk mengail tenaga pada bottom to mid power band, bagaikan karakter motorcross apalagi dipadu dengan roller 10 gram. Karena mio memang tidak bermain hingga belasan ribu RPM.

Karbulator


Suplai bahan bakar diserahkan oleh KEIHIN PE 28mm yang sudah direamer habis untuk menghisap lebih banyak udara dan mensalurkan lebih banyak kabut bahan-bakar kedalam silinder. Karburator PE28 ini direamer bulat utuh di bagian belakang untuk meredam agar tidak mudah wheelie saat pertama kali motor dijalankan.Venturi yang diperbesar dimaksudkan untuk memberi nafas extra pada motor matic ini agar putaran atas terus berisi, untuk mengimbangi karakter cam yang mengumbar akselerasi.



CDI untuk membuka putaran mesin zam indoprix  masih percaya dengan product pilhannya.
Untuk mengimbangi torsi liar yang kini dihasilkan, masih perlu bantuan penyalur daya dari KAWAHARA didaulat untuk mengatur perbandingan tenaga dari mesin ke Roda. Jadi untuk akselerasi awal motor tidak terlalu wheelie dan sampai boss berkata, “ini baru namanya MODIFIKASI!”. Mantab!

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More